Cara Memakai Panglima Router: dari Nol sampai Dapat API Key
Panduan memakai Panglima Router dari nol: beli paket lewat bot Telegram, bayar QRIS atau USDC, buat API key, lalu chat dengan banyak model AI atau pakai API.
Tutorial
19 Oktober 2026 · 6 menit baca · Panglima Router

Bot Telegram yang bisa jawab pakai AI terdengar seperti project akhir pekan yang ribet. Nyatanya, kalau API-nya sudah OpenAI-compatible, bagian tersulitnya cuma dua: dapat API key dan tulis beberapa puluh baris kode. Tutorial ini membawa kamu dari nol sampai bot yang bisa diajak ngobrol — target 15 menit.
Tutorial bot Telegram AI ini memakai Python dan library python-telegram-bot, dengan Panglima Router sebagai penyedia API modelnya. Kamu butuh: akun Telegram, Python 3.10+, dan paket Trial Rp5.000 (cukup untuk tutorial ini).
API key adalah satu-satunya "modal" tutorial ini. Caranya:
.env lokal. Jangan ditempel di grup chat, jangan di-screenshot lalu disebar.Kalau key hilang atau tidak sengaja tersebar, kamu bisa me-rotate (membuat key baru dan mematikan yang lama) dari menu bot yang sama. Praktik keamanan lengkapnya ada di keamanan API key.
Simpan key sebagai environment variable supaya tidak tertulis di kode:
export PR_API_KEY="sk-pr-xxx-tempel-key-kamu-di-sini"
Di Windows (PowerShell):
$env:PR_API_KEY="sk-pr-xxx-tempel-key-kamu-di-sini"
Setiap bot Telegram butuh "akta kelahiran" dari BotFather:
/newbot.Asisten AI Saya) lalu username yang diakhiri bot (misal asisten_ai_saya_bot).export TG_BOT_TOKEN="123456:ABC-tempel-token-botfather-di-sini"
Jangan campur aduk: bot token (dari BotFather) untuk Telegram, API key (dari Panglima Router) untuk model AI. Keduanya rahasia.
pip install python-telegram-bot openai python-dotenv
Tiga library, tiga peran: python-telegram-bot untuk ngobrol dengan Telegram, openai untuk ngobrol dengan API model (karena API-nya OpenAI-compatible, library resmi OpenAI langsung bisa dipakai), python-dotenv supaya key dibaca dari file .env.
Buat file .env di folder project:
TG_BOT_TOKEN=123456:ABC-token-dari-botfather
PR_API_KEY=sk-pr-xxx-key-dari-panglima-router
Dan tambahkan .env ke .gitignore kalau pakai git. Ini bukan opsional — key yang bocor ke repo publik berarti orang lain bisa memakai kuotamu.
Buat file bot.py. Ini versi minimal yang langsung jalan:
import os
from dotenv import load_dotenv
from telegram import Update
from telegram.ext import Application, MessageHandler, filters, ContextTypes
from openai import OpenAI
load_dotenv()
# Klien AI: format OpenAI, tapi diarahkan ke Panglima Router
ai = OpenAI(
base_url="https://api.panglimarouter.xyz/v1",
api_key=os.environ["PR_API_KEY"],
)
MODEL = "nama-model-pilihanmu" # lihat daftar di /v1/models
async def jawab(update: Update, context: ContextTypes.DEFAULT_TYPE):
teks = update.message.text
await context.bot.send_chat_action(
chat_id=update.effective_chat.id, action="typing"
)
try:
res = ai.chat.completions.create(
model=MODEL,
messages=[
{
"role": "system",
"content": (
"Kamu asisten yang ramah dan membantu. "
"Jawab dalam bahasa Indonesia yang santai."
),
},
{"role": "user", "content": teks},
],
)
balasan = res.choices[0].message.content
except Exception:
balasan = (
"Maaf, aku lagi ada kendala menghubungi AI. "
"Coba lagi sebentar ya."
)
await update.message.reply_text(balasan)
app = Application.builder().token(os.environ["TG_BOT_TOKEN"]).build()
app.add_handler(MessageHandler(filters.TEXT & ~filters.COMMAND, jawab))
app.run_polling()
Perhatikan tiga hal di kode ini:
base_url dan api_key. Sisanya kode OpenAI standar. Mau pindah model? Ganti MODEL. Mau pindah provider nanti? Ganti dua baris itu.Untuk daftar nama model yang bisa diisi ke MODEL, cek endpoint /v1/models atau halaman model.
python bot.py
Buka bot-mu di Telegram (username yang tadi dibuat), kirim pesan apa saja. Kalau dibalas AI, selamat — bot-mu hidup.
Tes minimal yang layak dilakukan:
/start) — bot minimal ini belum menangani command, jadi tidak ada respons. Itu normal; penanganan command bisa ditambahkan nanti dengan CommandHandler.Total waktu: sekitar 13 menit kalau lancar. Sisanya buat ngopi.
Versi minimal di atas stateless — setiap pesan diperlakukan sebagai percakapan baru. Untuk percakapan yang nyambung, simpan riwayat per user:
riwayat = {} # chat_id -> list pesan
async def jawab(update: Update, context: ContextTypes.DEFAULT_TYPE):
cid = update.effective_chat.id
teks = update.message.text
riwayat.setdefault(cid, []).append({"role": "user", "content": teks})
# batasi 10 pesan terakhir supaya token tidak membengkak
potongan = riwayat[cid][-10:]
res = ai.chat.completions.create(
model=MODEL,
messages=[
{"role": "system", "content": "Kamu asisten yang ramah."},
*potongan,
],
)
balasan = res.choices[0].message.content
riwayat[cid].append({"role": "assistant", "content": balasan})
await update.message.reply_text(balasan)
Batasan 10 pesan terakhir itu penting: tanpa batas, riwayat tumbuh tanpa henti dan biaya token ikut tumbuh. Ini salah satu strategi hemat biaya API yang paling gampang diterapkan.
Ide pengembangan lanjutan kalau bot-mu mulai dipakai orang:
/ringkas, /translate) yang mengubah system prompt per perintah.MODEL.python bot.py di laptop berhenti saat laptop mati atau terminal ditutup. Untuk bot yang selalu online, opsi umum:
systemd atau tmux/screen. VPS termurah sudah cukup untuk bot polling seperti ini..env berisi key asli di server tanpa proteksi file yang benar (chmod 600), dan jangan pernah commit .env ke git.Dua komponen: paket Panglima Router (mulai Rp5.000/hari untuk Trial, atau Rp50.000/30 hari untuk Pro kalau bot-nya dipakai rutin) dan server tempat bot berjalan. Untuk bot pribadi atau komunitas kecil, totalnya jauh di bawah langganan chatbot jadi-jadian yang fiturnya dikunci.
Ya — cukup ganti nilai variabel MODEL. Tidak perlu install ulang, tidak perlu daftar akun baru. Ini salah satu alasan memakai router: eksperimen model jadi murah, baik dari sisi waktu maupun uang.
Segera rotate dari menu @panglimarouter_bot: key lama langsung mati, key baru diterbitkan. Lalu update .env di server dan restart bot. Sambil menunggu, periksa apakah ada pemakaian aneh. Detailnya di keamanan API key.
Kemungkinan penyebab, berurutan dari yang paling umum: model yang dipilih memang lambat (coba model yang lebih kecil/cepat), koneksi server ke API terhambat, atau bot-mu memproses pesan berurutan sehingga antre. Untuk komunitas ramai, pertimbangkan antrean pesan per user.
Bisa sebagai titik awal, tapi bot CS butuh lapisan tambahan: sumber jawaban yang dikunci ke dokumen resmi (bukan mengarang bebas), alur eskalasi ke manusia, dan logging percakapan untuk audit. Baca dulu kapan AI untuk CS worth it sebelum membawa bot seperti ini ke pelanggan sungguhan.
Panduan memakai Panglima Router dari nol: beli paket lewat bot Telegram, bayar QRIS atau USDC, buat API key, lalu chat dengan banyak model AI atau pakai API.
Pindahkan kode OpenAI-mu ke Panglima Router: cukup ganti baseURL dan API key. Panduan migrasi 10 menit lengkap dengan contoh kode Python, Node.js, dan cURL.
Mulai sekarang
Mulai dari Rp5.000. Bayar QRIS atau USDC, langsung dapat API key.